Deteksii.com – SLEMAN – PMI Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada ratusan Pendonor Darah Sukarela (PDS) dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka sekaligus mengajak masyarakat lebih aktif mendonorkan darah demi menjaga ketersediaan stok darah.
Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr. Mafilindati Nur’aini, mengatakan peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap 14 Juni bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat besarnya arti setetes darah dalam menyelamatkan kehidupan sesama.
Tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema One Drop of Humanity. Give Blood, Save Lives atau Setetes Darah untuk Kemanusiaan. Berikan Darah. Selamatkan Kehidupan.
“Tema ini mengingatkan kita bahwa setiap tetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Mafilindati.
Pada peringatan HDDS 2026, PMI memberikan penghargaan kepada 163 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali berdasarkan pendataan tahun 2022.
Sebanyak 112 orang hadir menerima penghargaan langsung dari PMI DIY.
PMI Kabupaten Sleman juga memberikan penghargaan kepada 606 pendonor yang telah 25 kali mendonorkan darah berdasarkan pendataan tahun 2025.
Sebanyak 34 orang hadir sebagai perwakilan, sedangkan 572 pendonor lainnya menerima e-piagam melalui WhatsApp.
Ketua PMI DIY, KGPH Prabukusumo, menyebut para pendonor darah sebagai pahlawan kemanusiaan yang telah menyambung napas kehidupan banyak orang.
“Setiap tetes darah yang Bapak dan Ibu donasikan telah menyambung napas kehidupan, menghadirkan senyuman, dan memberikan harapan hidup bagi banyak warga yang sedang menanti bantuan di rumah sakit,” katanya.
Menurutnya, pendonor darah memberikan pertolongan tanpa pernah mengetahui siapa penerima darahnya.
Justru ketulusan itulah yang menjadi wujud nyata gotong royong dan kemanusiaan tanpa memandang suku, agama, ras, maupun latar belakang.
Prabukusumo berharap piagam penghargaan yang diterima para pendonor dipasang di rumah agar menjadi inspirasi bagi keluarga dan generasi muda.
“Dari piagam itu bisa menularkan virus-virus kebaikan sehingga semakin banyak anak muda yang tergerak menjadi pendonor darah,” ujarnya.
Ia optimistis semakin banyak pendonor aktif akan membantu memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Sleman.
Prabukusumo juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman, PMI Kabupaten Sleman, serta seluruh mitra yang selama ini konsisten mendukung gerakan donor darah.
Selain pendonor, ia memberikan penghormatan kepada para relawan PMI yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa.
Menurutnya, menjadi relawan PMI tidak mudah karena harus melalui berbagai persyaratan dan pelatihan.
Dedikasi mereka terbukti saat pandemi COVID-19 ketika relawan PMI berada di garis depan membantu pemulasaraan hingga pemakaman jenazah sebelum banyak pihak lain ikut terlibat.
“Relawan PMI bekerja total demi kemanusiaan. Mereka jangan dianggap enteng,” tegasnya.
Sementara itu, Mafilindati mengungkapkan hingga Juni 2026 jumlah pendonor yang tercatat di PMI Kabupaten Sleman mencapai 98.163 orang.
Meski demikian, tantangan pemenuhan kebutuhan darah masih cukup besar.
Sepanjang 2025, PMI Kabupaten Sleman mencatat produksi darah berasal dari 26.426 pendonor, sedangkan distribusi mencapai 39.210 kantong darah.
Artinya, masih terdapat kesenjangan kebutuhan darah sebesar 32,6 persen.
“Pendonor darah sukarela merupakan tulang punggung utama dalam sistem penyediaan darah nasional. Tanpa mereka, kebutuhan darah bagi pasien akan sulit dipenuhi,” kata Mafilindati.
Melalui momentum HDDS 2026, PMI Kabupaten Sleman mengajak masyarakat mendonorkan darah secara rutin, minimal setiap dua bulan sekali.
Masyarakat juga diajak mengajak keluarga, teman, dan rekan kerja untuk ikut berdonor agar gerakan donor darah semakin kuat.
PMI berkomitmen terus meningkatkan keamanan, kualitas, dan pemerataan distribusi darah sehingga kebutuhan pasien di berbagai wilayah dapat terpenuhi.
Mafilindati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendonor darah sukarela yang disebutnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Ia juga mengapresiasi dedikasi petugas Unit Pengelola Darah (UPD), pemerintah daerah, dan seluruh mitra yang selama ini mendukung pelayanan donor darah di Kabupaten Sleman.
“Satu kantong darah yang Anda sumbangkan hari ini mungkin tampak kecil. Namun bagi seorang ibu yang sedang berjuang dalam persalinan, anak penderita talasemia, maupun korban kecelakaan yang berjuang antara hidup dan mati, darah itu adalah segalanya. Darah adalah harapan. Darah adalah kehidupan,” pungkasnya. (Sug)

+ There are no comments
Add yours