Musduk Condongcatur Rampung, Setiap RW Dapat Rp40 Juta dan Fokus Bergeser ke Pemberdayaan

Deteksii.com – SLEMAN – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menuntaskan rangkaian Musyawarah Padukuhan (Musduk) sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2027 serta penambahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal) Tahun Anggaran 2028–2029. Musduk yang digelar selama enam hari dan dibagi dalam tiga tim ini resmi berakhir pada Rabu (4/2/2026).

Musduk menjadi forum strategis untuk membahas dan menetapkan prioritas usulan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik (pemberdayaan), yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran berikutnya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh masing-masing padukuhan dengan pendampingan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Pendamping Desa, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal).

Peserta Musduk melibatkan unsur yang luas, mulai dari Dukuh, Sub Unit LPMKal, PKK Padukuhan, Karang Taruna, RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga unsur masyarakat lainnya. Sementara itu, BPKal, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa berperan sebagai pemantau dan monitoring jalannya musyawarah.

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP, menegaskan bahwa pembangunan di Condongcatur dilaksanakan dengan prinsip pemerataan berbasis Rukun Warga (RW). Setiap RW memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp40.000.000 per tahun.

“Sesuai prinsip bottom-up, perencanaan pembangunan saat ini tidak lagi didominasi instruksi dari atas, melainkan murni dari kebutuhan lokal tiap wilayah. Fokus utama adalah optimalisasi alokasi dana Rp40 juta per RW,” tegasnya.

Menariknya, Musduk kali ini juga menyepakati adanya transisi pendekatan pembangunan dari dominasi fisik menuju penguatan pembangunan nonfisik atau pemberdayaan masyarakat, dengan skema anggaran yang lebih fleksibel.

“Pembangunan fisik tetap dilanjutkan bagi wilayah yang masih membutuhkan perbaikan infrastruktur dasar. Namun, bagi wilayah yang infrastrukturnya sudah mapan, dana dialihkan untuk pemberdayaan SDM, ketahanan pangan keluarga, digitalisasi UMKM, serta penguatan sektor sosial budaya,” ungkap Reno.

Menurutnya, skema ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Setelah kebutuhan dasar seperti jalan dan drainase terpenuhi, masyarakat didorong lebih kreatif mengusulkan program peningkatan kapasitas manusia dan kesejahteraan jangka panjang.

Sementara itu, Kaur Pangripta Condongcatur, Wahyu Nurendra, S.AP, mengimbau agar proposal pembangunan Tahun Anggaran 2027 dari masing-masing RW dikumpulkan paling lambat 23 Februari 2026.

“Proposal disampaikan melalui bagian Ulu-ulu dan harus sudah diverifikasi oleh LPMKal Condongcatur,” ujarnya.

Melalui Musyawarah Padukuhan ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menentukan arah pembangunan ke depan, sehingga program yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan warga serta mendukung terwujudnya Condongcatur yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Jat)

You May Also Like

Rekomendasi untuk anda

+ There are no comments

Add yours