Deteksii.com – SLEMAN – Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Condongcatur terus memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga. Upaya tersebut dilakukan melalui Pertemuan Rutin TP PKK bulan Juli yang mengangkat tema “Pertumbuhan dan Perkembangan Anak” sebagai langkah mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas generasi masa depan.
Kegiatan yang digelar di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Selasa (14/7/2026), diikuti pengurus, kader, dan anggota TP PKK dari seluruh padukuhan. Pertemuan rutin kali ini menjadi giliran Pokja IV yang membidangi kesehatan keluarga untuk memberikan pembekalan kepada para kader.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kamituwa Condongcatur Al Thouvik Sofisalam, S.IP., Ketua Pokja I Indrayani Supriharyanti, Ketua Pokja II Siti Muhibah, S.H.I., Ketua Pokja III Dinda Sholihah, S.Pd.Gr., Ketua Pokja IV Tintrim Tri Pamungkas, S.E., beserta jajaran pengurus dan kader TP PKK.
Dalam sambutannya, Al Thouvik Sofisalam mengapresiasi konsistensi TP PKK yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah kalurahan dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.
Ia menegaskan Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus memberikan dukungan melalui dana stimulan agar program-program PKK dapat berjalan optimal.
“Pemerintah Kalurahan setiap tahun memberikan dukungan berupa dana stimulan kepada kegiatan PKK. Dalam satu tahun terdapat dua hingga tiga kegiatan yang memperoleh dukungan tersebut. Karena itu, program kerja yang telah disusun hendaknya segera direalisasikan agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Al Thouvik.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kekompakan, serta aktif mendampingi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari dr. Mutiara Sari dari Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak usia dini.
Menurutnya, pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran tubuh akibat peningkatan jumlah dan ukuran sel, sedangkan perkembangan adalah meningkatnya kemampuan fungsi tubuh yang meliputi aspek motorik, bahasa, sosial, emosional, dan kognitif. Kedua aspek tersebut harus berjalan seimbang agar anak tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas.
dr. Mutiara menekankan bahwa masa balita merupakan golden age yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, orang tua perlu memastikan anak memperoleh gizi seimbang, stimulasi sesuai usia, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
“Masa balita merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas kehidupan anak di masa depan. Orang tua perlu rutin memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, memberikan asupan gizi seimbang, stimulasi yang sesuai usia, serta tidak ragu berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda keterlambatan. Semakin dini gangguan tumbuh kembang terdeteksi, semakin besar peluang anak memperoleh penanganan yang optimal,” ujarnya.
Ia juga mengajak kader PKK menjadi penyambung informasi kesehatan kepada masyarakat agar setiap keluarga memahami pentingnya deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak sesuai Pedoman Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Kementerian Kesehatan RI.
Suasana pertemuan berlangsung interaktif. Para kader aktif berdiskusi mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, stimulasi perkembangan anak, hingga langkah penanganan apabila ditemukan indikasi keterlambatan tumbuh kembang di lingkungan masing-masing.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) yang memperkenalkan berbagai layanan unggulan, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, klinik tumbuh kembang, rawat jalan, rawat inap, unit gawat darurat 24 jam, rehabilitasi medis, laboratorium, radiologi, hingga layanan dokter spesialis.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kalurahan Condongcatur berharap seluruh kader semakin memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi keluarga. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan di masyarakat untuk mendukung percepatan penurunan stunting, meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, serta mewujudkan generasi Condongcatur yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing.

+ There are no comments
Add yours