HUT ke-77 Kalurahan Condongcatur, Panewu Depok: ‘Salah Satu Desa Paling Mandiri’

Deteksii.com – SLEMAN – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan Expo sebagai agenda tahunan untuk memperingati Hari Jadi Kalurahan Condongcatur ke-77. Kegiatan tersebut dibuka Panewu Depok, Wawan Widiantoro, S.IP, M.PA. yang mengusung konsep Pasar Rakyat, Jumat (1/12/2023)

Wawan dalam sambutannya mengatakan, usia 77 tahun bagi Condongcatur merupakan titik kebangkitan “Semangat Baru”. Gumregah membangun Condongcatur, Joglo yang megah semangat baru dalam mewujudkan pelayanan prima.

“Jangan kecewakan masyarakat yang telah mendukung program-program Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Selamat kepada Kalurahan Condongcatur tahun ini menjadi kebangkitan semangat baru,” tutur Wawan.

Berdasarkan Indek Desa Membangun (IDM), lanjut Wawan, Condongcatur  menjadi salah satu desa yang paling mandiri di Republik ini. Ukuran pembangunan berhasil atau sukses adalah manusianya itu sendiri, bukan gedung yang dibangun berapa tingkatnya.

“Indek Pembangunan Manusia itu diukur dari keberhasilan membangun manusia, membahagiakan, mensejahterakan warganya,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Hari Jadi ke-77 Kalurahan Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, S.TP, M.IP, mengatakan Peringatan Hari Jadi Kalurahan Condongcatur tahun ini mengambil Tagline “Condongcatur Semangat Baru”. Rangkaian kegiatan banyak melibatkan seluruh komponen masyatakat mulai dari anak PAUD, anak muda, dewasa Orangtua, Disabilitas, hingga Lansia.

Berbagai kegiatan seperti Condongcatur Moslem Competition, Fun Bike, Senam, Lomba (bulu tangkis, tenis meja, jemparingan), Festival Jatilan, Sholawatan bersama Gus Yusuf Macul Langit, Tabur Bunga, Beasiswa dan puncaknya Upacara Bregada.

“Seperti hari ini, selama 3 hari dari tanggal 1 sd 3 Desember 2023 kita gelar Pasar Rakyat Condongcatur 2023, aneka kuliner, kerajinan, jasa, produk-produk lokal dan sebagainya untuk ikut memberi wadah bagi pelaku usaha mikro kecil menengah dari Forum UMKM Condongcatur, Stand dari UUPKA Condongcatur, Batik Redjo, Stand 18 Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan hasil produk pertanian  beserta olahanya, Selain pameran usaha, untuk menarik pengunjung juga disediakan panggung pentas hiburan dan mengundang wahana permainan anak anak Putra Pradana Ria (PPR) Jogjakarta yang biasa buka dipasar malam beserta rombongan makanan jadulnya seperte Sate Kere/gajih,” ucapanya.

Ditambahkan Riska, di Panggung pentas hiburan menampilkan potensi seni dan budaya yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur, diantaranya kelompok Karawitan Sekar budaya, Grup Tari, Parade Band, Sulap, Pantomin, Operet, pentas anak anak paud, lomba mewarnai dan juga Talkshow tentang UMKM dan Parenting.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, SP, dalam kesempatan Talk Show UMKM mengatakan Forkom UMKM merupakan wadah untuk komunikasi, belajar silaturahmi antar pelaku usaha, untuk pengembangan UMKM.

“UMKM Condongcatur harus naik kelas melalui berbagai pelatihan yang memang dibutuhkan oleh UMKM, faktor level naik kelas  antara lain manajemen usaha, pemasaran, produksi, inovasi, UMKM dituntut untuk melek teknologi agar bisa naik kelas, pelaku usaha harus mengelola dampak lingkungannya dengan baik terutama pengelolaan limbah dan sampah yang dihasilkan dan berkolaborasi dengan Kelompk pengelola sampah mandiri untuk ikut menyelesaikan permasalahan sampah yang saat ini menjadi prioritas di Sleman” ungkpanya.

Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP dalam penutupan Pasar Rakyat Condongcatur, Minggu (/12/2023) mengucapkan terimakasih kepada semua UMKM, KWT dan para Pengisi acara hiburan yang telah berjalan dengan  sukses memberikan hiburan dan ruang bagi seluruh warga condongcatur dari berbagai unsur lapisan masyarakat.

Menurut Reno, setiap daerah memiliki potensi-potensi lokal yang khas begitu pula Condongcatur. Potensi tersebut perlu digali untuk kemudian diekspos sehingga dapat terkelola dengan baik dan dapat memberi manfaat terutama manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kegiatan pameran dan sejenisnya seperti ini perlu dimaksimalkan sehingga para pelaku usaha lokal dapat terfasilitasi dalam hal promosi usahanya. Terimakasih kepada semuanya kita jumpa lagi pada Pasar Rakyat 2024 yang lebih lengkap dan lebih meriah lagi,” tutupnya.

Hampir semua pedagang yang ikut berjualan mengaku senang karena meski sempat turun hujan tetapi tetap lancar dan dapat memperoleh hasil yang menggembirakan.

Salah satu pedagang kuliner masyarakat, Levi, yang berjualan Sate Kere/Gajih, bersyukur karena laris dagangannya. “Hari pertama saya membawa 6 Kg bahan sate kere habis, dihari ketua 10 Kg juga habis dan dihari terakhir membawa 12 Kg sisa 1 Kg, Alhamdulilah banyak disuka sate kere / gajih yang merupakan makanan legend zaman dulu,” ungkapnya.

Selain itu, Ida Halimah dari stand KWT Teratai Mekar Padukuhan Dabag menjelaskan selama 3 hari pasar rakyat, berhasil meraih omset penjualan Rp. 3,5 juta lebih. Ia memajang beraneka tanaman dan bibit sayuran serta makanan olahan.

Sementara dari bidang pembinaan UMKM dan KWT di bagian Ulu-Ulu Condongcatur, Murgiyanta, SE, usai gelaran Pasar Rakyat berhasil menghimpun data omset dari masing-masing peserta pasar rakyat Condongcatur 2023.  

Transaksi KWT , FORKOM UMKM, UPPKA, Batik Redjo (binaan kalurahan) memperoleh omset penjualan Rp. 20.453.500, kemudian dari Stand Kuliner masyarakat memperoleh omset Rp. 24.720.000 dan dari Wahana Permainan anak-anak sekitar Rp. 1.730.000,- @Djat

You May Also Like

Rekomendasi untuk anda