Deteksii.com – AGAM – Belum lama ini DPW ACB (Anies Cerdas Berani) Sumatera Barat mulai mengadakan ajang silaturahmi di antara sesama pengurus.
Cara demikian tampaknya agar sesama Relawan AMiN (Anies-Muhaimin) di wilayah Sumbar dapat saling mengenal dan berkordinasi secara epektif.
Hal demikian di utarakan Ketua DPW Sumbar Akhmad Khailani, didampingi Sekjend fauzan Lubis S.H, dan Bendahara Afrinal Chaniago.
Akhmad memaparkan, adanya silaturahmi di antara sesama pengurus di DPW ACB akan memperkokoh Relawan AMIN di Sumatra Barat.
“Disamping meningkatkan persaudaraan diantara pengurus mulai dari DPW, DPD, PAC dan RANTING (DPL),” katanya saat pertemuan di Kadai Datuok Rajo Basa, jalan Lubuok Basuong, Kabupaten Agam.
Akhmad menambahkan, dukungan para relawan Anies-Muhaiman di wilayah Sumatra Barat tak pelu diragukan keberadaanya. Karena, masyarakat sumatra barat boleh dikatakan penduduknya hampir 100% muslim dan fanatik.
“Pasangan capres Anies dengam Muhaimin boleh disebut pasangan Utadz dengan Kiyai, jadi keduanya punya pengikut luar biasa fanatik terhadap agamanya dengan demikian kita dari DPW ACB tinggal meningkatkan hubungan silaturahmi sampai ke tingkat ranting agar suara AMIN mendulang mutlak disetiap TPS,” katanya.
Selain itu, SekJend DPW ACB Sumatamra Barat , Fauzan Lubis selaku mengatakan konsilidasi yang berkesinambungan sangat dibutuhkan. Karena, adanya silaturahmi yang berkelanjutan tidak terputus hanya pada tingkat kepengurusan saja.
“Artinya, kita harus action, dan mensosialisasikan pada masyarakat. Walaupun belakangan ini di media sosial telah buming mendukung AMIN,” papar Fauzan.
Ditambahkan Fauzan, suasana pilpres yang semakin hari semakin memanas, pengurus DPW ACB sumbar harus lebih giat lagi dalam berkordinasi agar masukan dari berbagai pihak dapet diakomudir dengan baik.
“Terutama masukan dari tokoh masyarakat yang telah malang melintang di dunia organisasi dan dunia politik,” pungkas Fauzan Lubis.
Sementara itu, bendahara DPW ACB sumatara barat Ardinal Caniago mengatakan, semua relawan tidak ada yang gratis, karena setiap langkah perjuangan harus berkorban, baik waktu, materi dan enerji serta pikiran.
“Oleh sebab itu kita sudah selayaknya saling menyadari permasaalahan tersebut, karena tanpa ada relawan tak mungkin ada perubahan,” kata Ardinal. Disamping itu, lanjut Ardinal, diharapkan semua Relawan tidak perlu ada keluh kesah di kemudian hari, artinya menjadi Relawan Ikhlas lahir dan bathin. @Zan
