Deteksii.com – Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan vaksin Japanese Encephalitis (JE)pertama di Pondok pesantren Sunan Pandanaran, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Seni(2/9), namun belum banyak yang mengetahui apa itu JE.
Japanese Encephalitis (JE) sebuah peradangan pada jaringan otak yang disebabkan oleh Japanese Encephalitis Virus (JEV). Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Culex dapat menularkan ke manusia maupun ke hewan peliharaan lainnya. Penyebaran penyakit ini semakin berkembang saat musim hujan yang populasi nyamuk culex meningkat. Orang terinfeksi virus tidak menunjukkan gejala dan kerap disangka seperti flu biasa. Gejala akan muncul pada 4 sampai 14 hari setelah mengalami gigitan nyamuk atau masa inkubasi. Pada anak gejala awal berupa demam, anak tampak rewel, muntah, diare, dan kejang. Oleh karena itu, dalam rangka memberikan perlindungan kepada anak maka perlu diberikan vaksin JE secara rutin, melalui upaya pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, penanganan penyakit dan pemulihan kesehatan. Saya berharap dengan adanya vaksin JE dapat memberikan edukasi tentang pentingnya vaksin JE pada anak dan mencegah penularan penyakit JE
Asisten 1 Suparmono mewakili Bupati mengatakan barang kali vaksinasi pertama di DIY bulan September -Oktober, target sasaranya 274 ribu warga yang divaksin.
“Batas usia yang akan di vakasin 9 bulan sampai 15 tahun kurang 1 hari”, ujar mantan Kepala Dinas Pertanian.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembajun Setyaningastutie mengatakan vaksin digelar vaksinasi Japanese Encephalitis (JE) hari ini secara massal mulai September Oktober.
“Vaksinasi ini menyasar sekitar 600 ribu anak usia 9 bulan hingga 15 tahun sebagai upaya pencegahan penyakit radang otak yang berbahaya”, ujarnya.
JE merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, bahkan kematian.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Khamidah Yuliati menyampaikan Vaksin atau imunisasi JE ini sangat penting mengingat dampak yang diakibatkan berbahaya.
“Tahun 2024 ini menjadi tahun pertama Yogyakarta akan melaksanakan imunisasi JE secara gratis, melihat dampak yang ditimbulkan jika anak terkena JE, maka orang tua kami himbau untuk memberikan vaksin ini untuk anaknya,” ujarnya ketika akan mencanangkan vaksin JE di PP Sunan Pandananran.
Biasanya ketika terinfeksi virus ini, awalnya tidak menunjukkan gejala dan kerap disangka seperti flu biasa. Tetapi akan muncul pada 4 sampai 14 hari setelah mengalami gigitan nyamuk atau masa inkubasi. Pada anak gejala awal berupa demam, anak tampak rewel, muntah, diare, dan kejang.
“Oleh karena itu, dalam rangka memberikan perlindungan kepada anak maka perlu diberikan vaksin JE secara rutin, melalui upaya pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, penanganan penyakit dan pemulihan Kesehatan”, pungkasnya. (Danang)

+ There are no comments
Add yours