Deteksii.com – SLEMAN – Kompetisi Lomba Tanam Timun Baby Bupati Sleman Cup yang telah berjalan 3 bulan, berakhir dan menghasilkan 3 juara utama. Kegiatan ini menghasilkan total produksi timun baby 60.490 kg dengan total pendapatan Rp 258 juta.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, membagikan hadiah secara langsung kepada seluruh pemenang di Pendopo Parasamya Sleman pada Sabtu (18/11/2023). Hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Suparmono.
Juara pertama diraih Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Kemuning Trimulyo dengan produktivitas 3,05 kg/pohon. Posisi kedua dimenangkan KWT Srikandi Mandiri Condongcatur, dengan produktivitas 2,77 kg/pohon. Sedangkan posisi ketiga diraih oleh KWT Makmur Jaya Kalasan, dengan produktivitas 2,44 kg/pohon.
Kustini menyampaikan apresiasi atas keberhasilan KWT dalam meningkatkan produktivitas timun baby di Kabupaten Sleman. Menilik total pendapatan KWT, Kustini menilai hal ini menjadi bukti kesungguhan petani dalam mengembangkan kemampuanya. Ia berharap, semangat ini dapat tetap dilanjutkan usai kompetisi ini berakhir.
“Alhamdulillah hasil ini bisa kembali kepada bapak ibu yang sudah menanam dengan baik. Monggo kemampuan ini harus kita tingkatkan bersama, jangan berhenti di kompetisi ini. Harus kita kembangkan lagi untuk kemajuan bersama,” kata Kustini.
Dengan keberhasilan ini, sambung Kustini, kelanjutannya untuk menyelenggarakan Lomba Tanam Timun Baby Bupati Sleman Cup 2. Selain timun baby, pada kompetisi nanti akan dikembangkan kompetisi untuk komoditas gambas dan jipang. Kustini berharap, inovasi ini dapat memberikan dampak yang tak kalah luas dari kompetisi pertama.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan dari hasil evaluasi, lomba tanam timun baby menunjukkan data yang membahagiakan. Dari 51 peserta dengan rata-rata total luas lahan sekitar 1.7 hektar, mampu menghasilkan 20 kali petik dengan jumlah hingga 20 ton.
“Ini sangat luar biasa, mengingat lomba ini baru pertama kali kita selenggarakan, dan rata-rata KWT yang ikut juga baru pertama kali menanam timun baby. Berdasarkan hasil ini, Bupati memberikan arahan untuk diadakan kembali kompetisi tanam timun baby dengan menambah komoditas gambas dan jipang,” papar Suparmono.
Alasan pemilihan gambas dan jipang pada kompetisi selanjutnya, sambung Suparmono, karena dua komoditas tersebut memiliki teknis pertanian yang hampir mirip dengan timun baby. Sehingga diharapkan dalam satu kali tanam dapat memanfaatkan 3 komoditas sekaligus.
“Lomba kedua diikuti 153 KWT, jadi masing-masing kapanewon ada 9 KWT. Sehingga sekali olah bisa panen 3 komoditas. Pelaksanaannya akan dibagi dalam 3 gelombang agar produksi timun tidak menumpuk di satu saat, pasarnya tidak terlalu terganggu dan harganya tetap relatif stabil,” pungkas Pram.
Sebagai tanda dukungan terhadap pelaksanaan Lomba Tanam Timun Baby Bupati Sleman Cup 2, Bupati Kustini pada kesempatan itu sekaligus menyerahkan sarana tanam berupa 1 roll mulsa, 1 pack benih timun baby, dan 1 pack benih gambas secara simbolis kepada perwakilan KWT Teratai Mekar Condongcatur dan KWT Karya Tani Sidoagung.@Djat

+ There are no comments
Add yours