Kader Posyandu Berperan Penting pada Penurunan “Stunting” di Lumbungrejo

Deteksii.com – SLEMAN- Dalam rangka Pencegahan dan Penanganan Stunting tingkat kalurahan tahun 2024, Kalurahan Lumbungrejo melakukan kegiatan rembug stunting.

Pelaksana kegiatan yakni Penyelenggara Posyandu Sub Bidang Kesehatan Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, hadir dalam Rembug stunting ini Kepala Puskesmas Tempel Satu, didampingi UPT Puskesmas Tempel Satu, Lurah Lumbungrejo, Kamituwo, perwakilan dari BPKal, Kader Posyandu/kesehatan,Penyuluh PLKB Kapanewon Tempel , bidan desa, KPM Stunting, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Lumbungrejo. Bertempat di aula lantai dua Kalurahan Lumbungrejo, Kamis pagi (11/7/2024)

HM Misbah Al Hakim, Lurah Lumbungrejo dalam sambutannya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merumuskan kegiatan yang akan dilakukan Pemerintah Kalurahan penanganan stunting di Kalurahan Lumbungrejo. Ditambahkan bahwa di Kalurahan Lumbungrejo sebanyak 26 balita saat ini yang masuk dalam stunting. Misbah juga mengatakan akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting, salah satunya dengan menggiatkan sosialisasi.


“Dengan semangat bersama, kami akan terus upayakan dengan bekerja sama Puskesmas Tempel Satu sehingga semakin solid, mumpuni, akurat, responsif, dan tangguh,” katanya.

Diana Kusumawati selaku Kepala Puskesmas Tempel I dalam paparannya menjelaskan juga tentang maksud dan tujuan kegiatan ini.


“Selain seperti yang disampaikan pak Lurah Lumbungrejo, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi dalam menurunkan prevalensi angka stunting dan masalah gizi dalam sasaran 1000 HPK,” ujar Diana.

Menurutnya, keberhasilan dari kegiatan ini memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Selain Itu diperlukan adanya kerjasama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya.


“Apabila kegiatan Posyandu terselenggara dengan baik, maka akan memberikan kontribusi yang besar dalam menurunkan angka Stunting di Kabupaten Sleman,” lanjut Diana.

Diana juga menambahkan, salah satu cara mudah untuk mengingat pencegahan stunting adalah dengan langkah “ABCDE”. Langkah tersebut dapat dilakukan oleh remaja putri sebelum menikah hingga setelah melahirkan.


“Perlu diingat ABCDE. Aktif minum tablet tambah darah, Bumil (ibu hamil) harus teratur memeriksakan kehamilannya, Cukup mengonsumsi protein hewani untuk bayi, Datang ke posyandu setiap bulan dan Eksklusif ASI enam bulan,” tutup Diana.

Sementara itu, Dyah Christiani dari UPT Puskesmas Tempel Satu juga menambahkan kegiatan rembug stunting ini diharapkan mampu untuk mengupayakan kegiatan pencegahan dengan baik dan terfokus sehingga dihasilkan kegiatan penanganan yang lebih baik. Ditambahkan juga bahwa kader kesehatan/posyandu memiliki peran penting dalam upaya penurunan angka stunting di Kalurahan bahkan sampai tingkat kabupaten.


“Para kader kesehatan memiliki peran penting dalam mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat,” kata Dyah

Menurut dia, dengan komitmen bersama, maka diyakini jumlah anak stunting di Kalurahan Lumbungrejo dapat semakin menurun.
“Kaderlah yang dapat menggerakkan masyarakat secara langsung. Melalui pendekatan dan sosialisasi, masyarakat dapat lebih cepat memahami cara penanggulangan stunting,” katanya

Kamituwo Lumbungrejo, Suwanto diakhir acara
mengharapkan dari kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang solid dalam upaya bersama menurunkan angka stunting di Kalurahan Lumbungrejo dan sekitarnya. (Ded)

You May Also Like

Rekomendasi untuk anda