JIHW #12 Tawarkan Keindahan Candi dan Tradisi Budaya Masyarakat Pedesaan

Deteksii.com – SLEMAN – Event wisata olah raga jalan kaki bergengsi bertajuk Jogja International Heritage Walk (JIHW) kembali digelar Sabtu dan Minggu, 18-19 November 2023 pukul 06.00 WIB dikompleks Candi Prambanan dan Desa Wisata Pancoh Turi Sleman. Event yang telah berlangsung ke-12 kalinya tersebut dikomandani GKR Mangkubumi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid, SE, Kamis 16 November 2023 dikantornya Jl. KRT Pringgodiningrat No.13 Tridadi Sleman Yogyakarta.

Ishadi menambahkan, Jogja International Heritage Walk diselenggarakan selama dua hari itu dengan pilihan kategori 5K, 10K dan 20K. Dihari pertama dengan start-finish di Lapangan Garuda Kompleks Candi Prambanan untuk rute perjalanan dikawasan kapanewon Prambanan dan Kapanewon Kalasan. Sedangkan hari kedua dengan start-finish di Desa Wisata Pancoh untuk rute perjalanan dikawasan Kapanewon Turi dan Pakem.

Ishadi mengaku gembira dan memberikan apresiasi yang tinggi mengingat event ini dapat menjadi wahana promosi wisata yang efektif. Sebab, seluruh peserta dapat secara langsung menikmati potensi alam, budaya serta dinamika tradisi masyarakat setempat seperti apa adanya tanpa ada polesan.

Selebihnya, event ini dapat menjadi ajang tontonan bagi warga masyarakat sekitar dan dari berbagai penjuru disepanjang jalur perjalanan JIHW. Ke depan diharapkan event ini dapat semakin besar dan lebih banyak pesertanya dari tahun-tahun sebelumnya.

Secara terpisah Wakil Ketua Jogja International Heritage Walk (JIHW), Dahlia Puspasari, mengatakan kesiapan penyelenggaraan JIHW #12 tahun 2023 telah mencapai 95%. Hal ini berkat sinergitas dan kolaborasi antar pihak dapat berlangsung dengan baik dari proses persiapan hingga pelaksanaan.

Menurut Dahlia, Jogja International Heritage Walk (JIHW) diprakarsai oleh GKR Mangkubumi selaku Ketua Umum Jogja Walking Association. Event diikuti berbagai komunitas seperti komunitas pecinta jalan kaki, komunitas pecinta lingkungan, Pramuka Saka Bhayangkara, Yayasan Jantung Indonesia, serta volunteer dari berbagai universitas yang ada di Yogyakarta.

Konsep yang diusung tidak hanya mencakup kesehatan (health), tetapi juga meliputi unsur pendidikan & komunikasi (education & communication), gerakan sadar lingkungan (green environment) melalui kampanye save the nature, mengenal lebih dekat nilai warisan budaya melalui ajakan respect the culture, serta unsur ekonomi dan pariwisata (tourism and economy).

Dahlia mengungkapkan, Jogja International Heritage Walk merupakan satu-satunya event internasional jalan kaki yang memiliki 2 lisensi internasional dari 2 liga jalan kaki dunia yang ada saat ini. Event ini juga telah resmi dikukuhkan sebagai anggota Liga Jalan Kaki Dunia atau IML (International Marching League) pada tahun 2013 bersama 28 negara lainnya.

Sedangkan tema yang diambil tahun ini adalah “green sport tourism” dengan konsep “The Seeds” yang memberikan pengalaman “back to basic” kepada para peserta. JIHW ingin memperkenalkan jalan kaki sebagai “a basic, easy yet joyful sport in nature” sembari memberikan edukasi dasar mengenai lingkungan dan kegiatan ramah lingkungan.

 Adapun peserta yang mengikuti event Jogja International Heritage Walk #12 tahun 2023 ini tidak kurang 1.230 peserta, 116 diantaranya peserta asing yang berasal dari 14 negara.

Diantara rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Jogja International Heritage Walk #12 meliputi senam sehat bersama Yayasan Jantung Indonesia, eco workshop, parade tari tradisional, penampilan kolintang Goes to UNESCO, Pasar Pinanggih yang diisi oleh 25 UMKM serta lomba yang memiliki keterkaitan dengan eco & green environment.@Djat

You May Also Like

Rekomendasi untuk anda

+ There are no comments

Add yours