Deteksii.com – SLEMAN — Badan Koordinasi (Badko) Taman Kanak-kanak Al Quran (TKA) dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Rayon Ngemplak bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Sindumartani menggelar Pelatihan Ustadz-Ustadzah TKA-TPA se-Kapanewon Ngemplak. Kegiatan berlangsung di Aula Kalurahan Sindumartani, Ahad (25/1/2026).
Pelatihan ini diikuti 70 ustadz dan ustadzah perwakilan dari 42 unit TKA-TPA di wilayah Kapanewon Ngemplak. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang berfokus pada penguatan Pedoman Kurikulum TKA-TPA serta pengenalan Program Pasca TKA-TPA sebagai upaya keberlanjutan pembinaan santri.
Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Sindumartani yang diwakili H. Sugeng Rohmadi, disaksikan staf Kamituwo Kalurahan Sindumartani. Dalam sambutannya, H. Sugeng Rohmadi mengapresiasi kolaborasi Badko TKA-TPA Rayon Ngemplak dengan pemerintah kalurahan dalam meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an.
“Pemerintah Kalurahan sangat mendukung kegiatan ini karena ustadz-ustadzah adalah ujung tombak dalam menjaga moral generasi muda kita. Kami berharap pelatihan pedoman kurikulum dan program pasca TKA-TPA ini membuat pengajaran di unit TKA-TPA semakin profesional sehingga anak-anak kita tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber pakar pendidikan Al-Qur’an, Ust. Drs. H. Mangun Budiyanto, M.SI., dari Lembaga Dakwah Pendidikan Al-Qur’an (LDPQ) DIY sekaligus Dewan Pakar Badko TKA-TPA DIY. Ia menekankan pentingnya penguasaan pedoman kurikulum sebagai fondasi pembelajaran yang terstruktur serta memperkenalkan Program Pasca TKA-TPA sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan interaksi santri dengan Al-Qur’an.
Dalam paparannya, Mangun Budiyanto menjelaskan kurikulum inti TKA-TPA meliputi pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode praktis, kaifiyah shalat dan wudlu, pembiasaan shalat berjamaah, hafalan bacaan shalat, dasar-dasar aqidah, pembiasaan akhlak mulia, serta pembiasaan berinfak.
Adapun kurikulum penunjang mencakup hafalan 15 doa sehari-hari beserta etikanya, QS Al-Fatihah dan 13 surat pendek Juz Amma dari QS An-Naas hingga At-Takatsur, dua kelompok ayat pilihan yakni QS Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi) dan QS Al-Isra ayat 23–27, serta pembelajaran menulis ayat-ayat Al-Qur’an.
Sementara itu, Program Pasca TKA-TPA dijelaskan sebagai pendidikan lanjutan melalui TQA yang terbagi dalam jenjang TQA Ula (Tafhim Juz Amma), TQA Wustha (Maudlu’iyah), dan TQA Ulya (Tartibiyyah). Program ini dinilai membutuhkan pengelolaan manajemen yang terarah agar mampu menjadi institusi pendidikan nonformal yang kuat dan berkelanjutan.
Ketua Umum Badko TKA-TPA Rayon Ngemplak, Joko Sutanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi sarana strategis untuk menyamakan persepsi para pengajar terkait pedoman kurikulum sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia TKA-TPA.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi mengenai Pedoman Kurikulum TKA-TPA. Kita ingin memastikan pembelajaran tidak sekadar membaca, tetapi terstruktur dengan baik. Program Pasca TKA-TPA juga menjadi solusi agar santri tetap terjaga interaksinya dengan Al-Qur’an setelah lulus jenjang dasar,” tegasnya.
Ia berharap seluruh ustadz-ustadzah dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh di unit TKA-TPA masing-masing. Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan besarnya kebutuhan akan pembaruan metode pengajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Selain mendapatkan materi, peserta juga merasakan dukungan fasilitas dari Pemerintah Kalurahan Sindumartani serta kesempatan mempererat silaturahmi antar pengajar TKA-TPA se-Kapanewon Ngemplak. Melalui pelatihan ini, diharapkan terwujud generasi Qur’ani yang unggul dan berkualitas melalui kurikulum TKA-TPA yang terstandarisasi.

+ There are no comments
Add yours