Deteksii.com – Sleman – Program Sastrawan Masuk Sekolah (SMS) merupakan inisiasi Paguyuban Budaya Jawa (PASBUJA) Kawi Merapi dalam upaya mengembangkan literasi sastra budaya, serta memberikan pembelajaran kepada generasi muda melalui sekolah. Juga untuk lebih menyukai sastra budaya Jawa dan mendukung pembelajaran bahasa yang kreatif dan kontekstual.
Program yang sukses diselenggarakan pada bulan November 2025 dengan sasaran siswa SD dan SMP sebanyak 25 sekolahan. Program yang mendapatkan restu dan dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan kabupaten Sleman sebagai gerakan nyata kepedulian Pasbuja untuk melestarikan Budaya Jawa.
Respon positif dari pihak sekolah sasaran juga munculnya permintaan dari sekolah lain di kabupaten Sleman bahkan diluar kabupaten Sleman. Hal ini menunjukan bahwa program SMS memiliki urgensi, relevansi dan potensi untuk di kembangkan lebih luas.
“Untuk selanjutnya program SMS bisa dilanjutkan dengan perencanaan lebih matang, terstruktur dan berkelanjutan. Dengan tujuan memberikan hasil maksimal.” Tutur Nyadi Kasmorejo mewakili tim kerja Pasbuja bidang SMS, Selasa 13 Januari 2026 di Sekretariat Pasbuja dusun Nalagaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Adapun tim SMS merupakan bagian dari tim kerja Pasbuja, terdapat 6 tim untuk menyusun program kerja tahun 2026. Sedangkan tim kerja SMS terdiri dari Eti Daniastuti, Nyadi Kasmorejo, Achayadi, Elrina Y, Niken Sasanti dan Ngatilah.
Selanjutnya Nyadi menambahkan keberlanjutan program SMS Pasbuja pada tahun 2026 perlu adanya peningkatan status kerjasama dalam bentuk Nota kesepakatan (MoU) dengan dinas terkait baik Dinas Pendidikan ataupun Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.
“Nota kesepakatan bermaksud agar program Sastrawan Masuk Sekolah memiliki legitimasi, daya dukung serta kesinambungan jangka panjang.” Beber Sastrawan yang sering di sapa Ki Jenggot Kucir.
Pengembangan program kelanjutan SMS didasari berbagai pertimbangan diantaranya SMS merupakan bagian dari program kerja Pasbuja tahun 2026. Juga merupakan hasil evaluasi pelaksanaan SMS Bulan November tahun 2025 yang berlangsung dengan baik serta mendapatkan respon positif dari berbagai pihak termasuk kepala Dinas Pendidikan serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.
“Program SMS sendiri merupakan kebutuhan penguatan literasi sastra dan budaya pada lingkungan pendidikan dan kebudayaan.”
Sasaran program kegiatan SMS adalah siswa SD, SMP, Guru Bahasa Indonesia maupun Jawa di wilayah kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Namun juga tidak menutup kemungkinan untuk berkembang ke arah lain asalkan masih dalam batasan yang disepakati.
Kalau SMS ke tahun kemaren kegiatan berupa menulis cerkak, lagu anak-anak serta geguritan untuk tahun selanjutnya ditambah dengan pembacaan dan apresiasi karya sastra. Diskusi siswa proses kreatif Sastrawan, pentas sastra eduikatif, bedah buku anak remaja serta pendampingan literasi sastra sekolahan.
“Program Sastrawan Masuk Sekolah diharapkan menjadi salah satu program unggulan Pasbuja yang tidak hanya berdampak pada dunia pendidikan. Tetapi juga berkontribusi pada pamajuan kebudayaan daerah melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.” Ucap Ki Jenggot Kucir mengakhiri penjelasannya. (Kus)

+ There are no comments
Add yours