Deteksii.com – SLEMAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Sleman menyebut mahasiswa perantau cukup rawan tidak bisa menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024 mendatang. Sehingga lembaga tersebut pun menaruh perhatian lebih terhadap pemutakhiran data pemilih khususnya mahasiswa pendatang.
Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih bagi mahasiswa perantau tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL).
Hal itu juga berkaca dari pengalaman di Pemilu 2019, yang pada saat itu banyak mahasiswa pendatang tidak bisa menggunakan hak suaranya.
“Diharapkan pendataan pemilih pindah, mahasiswa dari luar daerah yang mencoblos di Sleman bisa terfasilitasi dengan daftar pemilih tambahan (DPTb),” ujar Arjuna, Senin (16/10).
Ia membeberkan, bahwa sampai saat ini jumlah mahasiswa perantau yang sudah terjaring sebagai pemilih di Pemilu 2024 baru mencapai sekitar 10 ribu orang. Padahal jika melihat jumlah perguruan tinggi di Sleman, menurutnya potensi pemilih mahasiswa perantau bisa menyentuh lebih dari 200 ribu orang.
Arjuna melanjutkan, agar mahasiswa perantau bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024, pihaknya pun cukup berkonsentrasi untuk mengawasi beberapa hal. Diantaranya pemutakhiran daftar pemilih pindah dan distribusi logistik.
“Kalau terkait dengan (kerawanan) pemilih mahasiswa itu ada di kawasan padat kampus seperti di kapanewon Depok, Gamping, Mlati, Kalasan, dan Ngaglik. Itu menjadi atensi khusus kami,” jelasnya. @adm1

+ There are no comments
Add yours